“Sesungguhnya orang-orang mukmin yang sebenarnya adalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu, dan mereka berjihad dengan harta dan jiwanya di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.”

(Q.S. Al-Hujurat:15)

Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Januari 2011

Tentang Sahabat


 Oleh: Heriyani Nasda
Kabid. PPO PW PII Sul-Sel

Sahabat..Ada Apa Denganmu??
Hari ini kubaca keluh kesahmu
kulihat gundah gulanamu
kudengar ketidakterimaanmu
Dan kurasakan ketakberdayaanmu
Kemarin sudut matamu berkaca- kaca
engkau menyalahkan keadaan
engkau mencoba lari
 engkau tak sanggup lagi mengarungi jalan penuh onak duri
Dan Sekarang engkau bertanya dimana ukhuwah itu
Sekarang engkau mencoba tak peduli lagi 
Aku..
Mencoba memahami apa yang engkau rasakan
Belajar memaknai tiap episode
 Mencari celah untuk membuatmu sejenak merenunginya
Tapi perenungan itu tak kunjung berarti
Diam...
Apakah tembok itu sedemikian kakunya
Hingga tak sanggup aku meruntuhkannya
Apakah ego itu sedemikian tingginya
Hingga tak tahu aku harus berbuat apa
Sampai kapan sahabat?
Rinduku melihat senyum ukhuwah dari sudut jiwamu
Rinduku merasakan kobaran semangat dakwah dari tiap gerakmu
Apakah sampai dititik ini saja kekuatanmu?
Tidakkah engkau ingat cerita air mata kerang tempo hari?
Mutiara mengkilap akhir perjuangannya.
Sungguh indah...

Ahad 19 April 2009

Entahlah...

jika semua mengeluh, lalu siapa yang akan menguatkan ...
jika semua menyerah, lalu siapa yang akan mengendalikan ...
jika semua mundur, lalu siapa yang akan membuatnya menjadi lebih baik...
jika semua membiarkan, lalu siapa yang akan mempertahankan...
jika semua berlalu, lalu siapa yang akan menengok...
jika semua merasa lemah, lalu siapa yang akan mendongkrak semangat untuk mencipta karya...
jika semua merasa tak sanggup, lalu siapa yang akan memperjuangkan...
jika semua berlari, lalu siapa yang akan bertahan...

>>mungkin kah itu aku, kamu, atau justru kita ?

tak perlu lah terlalu lama merenungi.
tak perlu lah terlalu lama mendiami.
tak perlu lah terlalu lama membiarkan.
tak perlu lah terlalu lama menengok ke belakang.
tak perlu pula lah terlalu lama memikirkan.
cukup membuka sedikit ruang pikir kita untuk menyadari apa yang harus kita lakukan, dan apa yang tidak pantas kita lakukan...


.:  nafi'ah Al- fatih ---- nanna_jie :.
                               _dalam ruang pikir yang terus berpacu mencerna sekitar_